Sambutan Pemimpin Umum – Sr. Henriette, PIJ

Sambutan Pemimpin Umum
Sr. Henriette, PIJ

Pada akhir perayaan yang sangat indah dan mengharukan ini, dimana pendiri kami Clara Fey dimasukkan dalam daftar Yang Berbahagia, saya sekarang merasa terhormat untuk mengungkapkan sukacita besar semua suster atas beatifikasi tersebut. Ucapan syukur kami pertama-tama kepada Allah atas kehidupan Clara Fey yang telah dianugerahkan kepada kami dan bahwa beliau sekarang dihormati sebagai teladan istimewa bagi semua orang Kristen. Tetapi seiring dengan semua kegembiraan dan rasa syukur, juga terdapat pertanyaan: “Pesan apakah dari beatifikasi Clara Fey bagi perjalanan hidup kita?” Apa yang berharga, warisan khusus, yang oleh kasih karunia Allah telah beliau tinggalkan untuk anak cucu kita? Clara Fey tidak hanya tersentuh oleh kesengsaraan dan ketidakadilan di zamannya, zaman industrialisasi dengan segala akibat negatifnya bagi anak-anak dan keluarga, tetapi beliau juga bertindak dan menjawab keadaan secara tepat. Beliau memiliki visi, bukan sebagai pekerja melainkan sebagai pelayan. Bakat dan kepribadian, serta harta duniawinya, oleh kekuatan Ilahi telah dibaktikannya untuk pelayanan. Itu adalah sebuah visi, yang jauh mengatasi ke-aku-annya. Sebuah visi yang menundukkan diri dan menjadi kecil, dimana beliau memahami seluruh dirinya. Beliau percaya tanpa syarat pada pertolongan Tuhan karena dia tahu bahwa dia membutuhkan Tuhan lebih dari dukungan manusia dan dia tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Beliau sadar akan tujuan perjuangannya, yakni bersatu dengan Allah.
Allah adalah tujuan sesungguhnya dan kepada-Nyalah beliau ingin membawa orang-orang yang dipercayakan kepadanya. Beliau selalu melihat wajah Allah dalam diri sesama. Pada mereka ia telah mencari dan menemukan-Nya. Kami berterima kasih atas kesaksian hidup ini dari pendiri kami. Penyerahan dirinya pada Tuhan dan kepercayaan mutlak akan kesetiaan-Nya, bagi kami sekaligus merupakan peneguhan dan dorongan hidup kami. Dan kami, sekali lagi berkomitmen untuk melanjutkan warisannya, dimana beliau dapat menjadi pengantara kita kini dan di masa depan.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah ungkapan dari pendiri kami Beata Clara Fey: “Tuhan tidak menginginkan persembahanku. Dia menghendaki diriku. Tak pernah cukup aku memberi, selain diriku seutuhnya“. Beata Clara Fey, doakanlah semua yang berkumpul sekarang di sini, bagi kongregasi dan bagi Gereja di Keuskupan Aachen.
(Terjemahan: Sr. Teresa, PIJ)

Bagi Aku